Jumat, 15 April 2011

Sindroma Takut Bercerimin

0

Bercermin menjadi hal yang sulit dihindari wanita. Seakan tak bisa hidup tanpa cermin, wanita cenderung spontan melirik penampilannya saat melihat kaca di sepanjang jalan yang dilaluinya. Tapi, reflek ini justru bisa membuat wanita paruh baya depresi.

Seperti dikutip dari Daily Mail, lebih dari 90 persen wanita usia 40-an dan 50-an begitu tertekan dengan citra diri mereka di cermin. Dunia medis menyebutnya sindroma 'Midlife Mirror Angst Syndrome'.

Sebuah penelitian menemukan, lebih 1.200 wanita menderita sindroma itu. Hanya sembilan persen wanita usia lebih 50 tahun merasa bangga saat melihat penampilannya di cermin. Sementara 42 persen remaja usia 16-19 tahun dan 43 persen wanita usia 20-an senang dengan penampilan di cermin.

Sindrom takut bercermin itu terjadi akibat penurunan kepercayaan diri yang dramatis pada wanita yang mulai memasuki usia tua. Selain pertambahan umur, hilangnya percaya diri juga muncul akibat industri fashion dan kecantikan yang sangat berpihak pada orang muda.

Psikolog yang sering mengamati perilaku orang dewasa, Susan Quilliam, mengatakan, wanita mencapai puncak mental, emosional dan efektivitas hubungan ketika mencapai usia setengah baya. Umumnya, setelah berhasil membesarkan keluarga, dan berhasil dalam pekerjaan.

"Sayangnya, rasa percaya diri itu tidak ada saat membicarakan tubuh dan penampilan," ucap Quilliam. "Kita hidup di zaman di mana kecantikan diidentikkan dengan penampilan wanita muda. Ini telah menjadi obsesi masyarakat dan membuat wanita paruh baya merasa lebih buruk dan tidak menarik.”

Berdasar penelitian, sindroma ini seringkali yang memicu wanita paruh baya menjalani serangkaian perawatan peremajaan. Di masa krisis percaya diri ini, mereka terobsesi mengubah penampilan bak idola. Sebanyak 41 persen responden berminat memperbaiki bentuk pinggang dan perut, 11 persen ingin membuat lengan lebih kencang, dan 10 persen wanita mendambakan kaki bebas selulit.

Tak heran, selebriti seperti Anne Robinson, Sharon Osbourne dan Madonna, dikabarkan melakukan perawatan kecantikan dengan metode bedah plastik untuk menutupi penuaan di usia paruh baya mereka.

sumber : VIVAnews

Agar Jerawat Tak Bersarang dipunggung

0

Tak hanya wajah, area punggung pun rentan tumbuh jerawat. Ini jelas menjadi masalah bagi mereka yang suka mengenakan busana dengan bagian punggung terbuka. Tumbuhnya jerawat di punggung membuat penampilan tak seksi.

Agar punggung bebas jerawat, ada trik sederhana yang bisa Anda lakukan di rumah. Tak perlu perawatan mahal, cukup menggunakan bahan-bahan dapur.

Seperti dikutip dari Times of India, berikut bahan-bahan sederhana yang bisa membasmi jerawat sekaligus menghaluskan kulit di bagian punggung:

TomatTomat yang masak dan berwarna merah menyala bisa digunakan sebagai pengganti scrub untuk punggung. Gosok punggung dengan bubur tomat. Diamkan sesaat, sebelum dibilas dengan air. Ulangi proses ini setiap hari selama seminggu atau lebih untuk hasil maksimal.

LemonJus lemon sangat efektif untuk mengusir jerawat. Campuran jus lemon dan air mawar juga bisa diterapkan di bagian punggung.

Kulit jeruk
Rendam kulit jeruk kering dalam air, giling, kemudian tambahkan susu. Terapkan pada punggung selama 15-20 menit, setelah itu bilas dengan air.

Telur
Putih telur juga bermanfaat menghilangkan jerawat. Namun menggunakannya harus hati-hati. Biarkan kering sepenuhnya sebelum dicuci dengan air.

Air
Sembelit merupakan salah satu penyebab utama jerawat. Pastikan Anda minum banyak air dan jus buah segar untuk mencegah timbulnya jerawat.


sumber ; Vivanews

Kisah Teragis Miliki Orang Tua saudara kandung

0


Teresa Weiler kalut melihat data yang menyebut orangtuanya memiliki hubungan darah. Ayah dan ibunya ternyata saudara kandung. Ia seolah mendapat jawaban atas kondisi fisiknya yang sangat lemah.

Teresa yang kala itu berusia 20 tahun memiliki keyakinan bahwa pernikahan terlarang orangtuanya menjadi pemicu cacat genetik di tubuhnya. Cacat yang memicu masalah kesehatan dan kejiwaan sejak kecil.

Wanita itu sengaja mencari tahu identitas orangtuanya untuk melihat riwayat genetiknya. Maklum, setelah lahir ia ditinggal ibu kandungnya di rumah sakit. Dan setelah tiga tahun menghuni panti asuhan di Brentwood, Essex, ia menjadi bagian sebuah keluarga angkat, Terence dan Truda Weiler.

Dalam keluarga angkatnya yang harmonis, Teresa menghabiskan masa-masa kanak-kanaknya dengan bahagia bersama saudara tiri. Hanya, selama tumbuh kembang menuju dewasa, sejumlah gangguan kesehatan muncul.

Di usia remaja ia didiagnosis menderita osteorathiritis. “Saya senang bermain hockey. Bahkan sempat mengikuti kejuaraan tingkat kabupaten. Namun saat umur 17 tahun, tempurung lutut kanan saya hancur ketika dalam sebuah pertandingan. Saya harus menjalani operasi,” katanya, seperti dikutip The Sun.

Selama 30 tahun ia menyimpan rahasia orangtua tentang kandungnya. Psikologis terganggu, terutama dalam pergaulan. Ia menjaga jarak terhadap teman laki-laki. Ia akan berpikir berulang kali ketika ingin dipacari teman prianya.

“Saya single. Walaupun saya tetap bahagia dengan pekerjaan dan hidup, saya tetap merasa telah mengorbankan sebagian besar kehidupan karena orangtua saya,” kata wanita yang kini berusia 52 tahun.

Masalah itu juga membuatnya tak bisa memiliki anak. Selain fisik lemah, ia takut melakukan program kehamilan lantaran khawatir menurunkan masalah genetika kepada buah hatinya. “Saya memutuskan untuk tidak menjadi seorang ibu,” ujar wanita yang kini bekerja sebagai manajer taman kanak-kanak.

Tumbuh di tengah keluarga religius, nilai-nilai agama Katolik begitu ketat diterapkan. Jelas, perkawinan antara kakak dan adik berseberangan dengan agamanya. Tak hanya soal kesehatan, ini juga membuatnya merasa kotor dan sakit.

Ia merasa terpukul. Ia menggugat ibunya yang tega meninggalkannya di rumah sakit usai kelahiran. Namun di balik rasa sakit hati, ia sempat menemui ibunya walau hanya 20 menit. “Saat itu, ia lalu meninggalkan nomor telepon. Namun, ketika saya hubungi, tidak bisa. Sejak itu kami tak pernah komunikasi lagi.”


Laporan: Suwito Wu

sumber ; VIVAnews

Tips Agar Kuku Tak Rapuh

0

Perawatan wajah dan kulit tubuh serta rambut sering menjadi perhatian utama para wanita. Bahkan, bagian tubuh tersebut selalu mendapatkan prioritas perawatan di salon.

Dan sebaliknya, perawatan untuk kuku menjadi hal yang sering diabaikan. Padahal, merawat kuku sama pentingnya seperti merawat wajah, rambut dan juga kulit tubuh Anda. Memiliki kuku yang cantik dan tak mudah rapuh sering pula menjadi dambaan setiap wanita.

Tapi jika perawatan kuku sering diabaikan bagaimana bisa memiliki kuku cantik dan tak mudah rapuh?

Agar bisa mempertahankan kesehatan kuku, Anda pun perlu tahu hal yang bisa menyebabkan kuku mudah rapuh. Kuku yang mudah rapuh bisa terjadi akibat pengaruh cuaca serta aktivitas yang tak ramah untuk kuku.

Jika akhir-akhir ini kuku mudah rapuh, ada cara murah untuk memperbaiki kondisi mereka seperti dikutip dari Times of India:

Kuku juga butuh suplemen:

Kuku bisa menjadi rapuh dan terkelupas jika tubuh tidak menerima nutrisi yang tepat. Biotin adalah vitamin yang membantu proses asam lemak tubuh dan protein. Vitamin B kompleks juga dapat membantu memperkuat kuku.

Melembabkan kuku:

Kuku yang mudah patah dan kuku yang mudah mengelupas dapat terjadi jika kuku Anda tidak menerima cukup kelembaban. Layaknya kulit tubuh, kuku juga membutuhkan pelembab.

Anda dapat melembabkan kuku Anda seperti kulit dengan mengusapkan lotion pelembab pada kuku, terutama pada malam hari. Lakukan hal ini secara rutin untuk mempertahankan kekuatan kuku. (SJ)

sumber : VIVAnews

10 Alasan Tak Perlu Jalani Operasi Plastik

0

Mungkin Anda akan merasa resah setiap kali melihat keriput yang mulai muncul di wajah. Atau, rasa percaya diri melorot ketika memperhatikan di beberapa bagian tubuh Anda terlihat bergelambir.

Atau, Anda juga tidak suka dengan bentuk hidung, bentuk mata atau payudara Anda. Akibatnya, Anda mulai mempertimbangkan untuk menjalani bedah plastik. Eits, jangan terburu-buru. Jika berpikir ulang, Anda akan menemukan 10 alasan tidak memerlukan 'permak' wajah atau tubuh, seperti dikutip dari laman Methodes of Healing.

Apa saja alasannya?

1. Setiap wanita memiliki kecantikan yang berbeda-beda. Jika Anda memiliki kekurangan fisik, jadikan hal itu keunikan pada diri Anda.

2. Anda pasti ingin terlihat seperti diri sendiri. Anda tidak ingin terlihat seperti orang lain, setenar apapun mereka.

3. Bedah plastik tidak akan mengubah siapa diri Anda. Jadi, sekali lagi coba Anda bertanya apa diri sendiri, buat apa melakukannya?

4. Mereka yang menjalani 'permak' wajah atau tubuh seringkali dikarenakan tidak percaya diri. Lihat sekeliling Anda, ada cara lain yang bisa mendongkrak rasa percaya diri Anda. Di antaranya, keluarga dan teman-teman.

5. Bedah plastik, meski terbilang aman, namun tetap menyimpan sejumlah risiko tersembunyi. Yang paling parah, saat menjalani prosedur bisa terjadi kesalahan, atau infeksi setelah operasi.

6. Hasil operasi tidak selalu seperti yang Anda dambakan. Tentu, Anda bisa merasa kecewa ketika bentuk hidung atau bentuk mata tidak sesuai yang Anda inginkan.

7. Efek bedah plastik bisa menyisakan rasa sakit luar biasa, sehingga memerlukan waktu lama untuk pemulihan.

8. Jika Anda ingin memikat orang lain dengan menjalani operasi plastik, Anda melakukannya dengan alasan yang salah.

9. Make up dapat menyulap penampilan lebih baik. Berbeda dari bedah plastik, memakai riasan tidak menyakitkan, dan lebih murah.

10. Tubuh Anda akan berubah seiring usia, meski telah menjalani bedah plastik. Dengan kata lain, Anda juga akan perlu menjalani operasi plastik lainnya untuk terus-menerus menyempurnakan penampilan.
•
sumber : VIVAnews